Selasa, 21 Januari 2014
Keputusan Blunder Pertamina Akuisisi PGN
21.33
No comments
Sigmanews - Berita dan Informasi Terkini | Indonesia In News
Jakarta, Sigmanews.co.id - Upaya akusisi Pertamina terhadap PGN sesungguhnya merupakan puncak perseteruan antara kedua perusahaan plat merah yang berlangsung selama ini. Pemicunya adalah kebijakan liberalisasi tata kelola Gas. Melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 19/2009, Pemerintah membuka peluang perniagaan dan usaha pengangkutan Gas Bumi bagi semua pelaku usaha dalam sutau persaiangan bebas melalui skema open access.
Awalnya, ada perbedaan pendapat antara Pertamina dan PGN dalam mensikapi kebijakan open access. Di satu sisi Pertagas sangat bersemangat untuk menerapkan open access tanpa reserve. Di sisi lain, PGN bersikeras untuk tidak menerapkan open accesssecara total pada saat ini. Alasannya, masih ada permasalahan teknis dan ekonomis berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur jaringan pipa transmisi dan distribusi yang masih harus diselesaikan.
Menurut Peneliti Pusat Studi Energi UGM Fahmy Radhi yang berbicara pada acara FGD Tata Kelola Gas Bumi Sebagai Perwujudan Kedaulatan Energi di Indonesia pada 17 Januari 2014 , kalau benar tujuan utama Pertamina mengakusisi PGN semata-mata hanya untuk menerapkan open access, sesungguhnya upaya korporasi tersebut tidak akan memberikan benefit signifikan bagi Pertamina. Upaya pengambilalihan tersebut dikhawatirkan justru akan menambah beban bagi Pertamina, yang sudah terlanjur tambun di banyak lini bisnis. Lebih-lebih, Pertamina selama ini tak kunjung reda diterpa berbagai masalah, sehingga semakin menjauhkan harapan Pertamina menjadi World Class Oil Company.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar