Jumat, 07 Maret 2014

JK: Memerintah Indonesia Itu Hanya Butuh 500 Orang Saja | Sigmanews.co.id

Jakarta, Sigmanews.co.id - Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK
didaulat menjadi pembicara dalam peluncuran buku teranyar karya J.
Osdar  berjudul "Sisi Lain Istana dari Zaman Bung Karno sampai SBY" di
Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta (7/3/2014).
Cover
Mengenakan batik lengan panjang berwarna kombinasi merah dan biru, JK
berseloroh tidak semua Presiden memilih tinggal di istana. Bahkan SBY,
kata dia, setiap hari Sabtu-Minggu pulang ke Cikeas.

"Tidak semua Presiden tinggal di istana, Ibu Mega, Pak Habibie tidak
tinggal di istana, bahkan SBY Sabtu-Minggu pulang ke Cikeas," seloroh JK
disambut grr dari para hadirin.


JK menambahkan, tinggal di istana merupakan keistimewaan karena
membutuhkan suara sekitar 70 juta jiwa dalam pemilu. Tapi, menurutnya,
jangan berpikir kalau memerintah rakyat di negeri ini tidak mudah. Dia
mengungkapkan, untuk memerintah hanya perlu 500 orang saja dan semua
bisa berjalan semua.


"Mudah saja memerintah itu, cukup dengan 500 orang saja," kata JK yang kembali mengundang antusiasme undangan yang hadir.


500 orang tersebut kata JK, adalah para menteri, komunikasi dengan
anggota DPR,  dan selanjutnya para awak media yang berkapasitas
menyebarkan informasi kepada publik.


Pada acara yang dikemas dengan cair ini, lagi-lagi JK menekankan
pentingnya memerintah dengan tanggung jawab, karena menurutnya
pemerintah sekarang lebih banyak menghimbau daripada memerintah.


"Jadi Pak Daniel, memerintah itu bukan hanya menghimbau," ujar JK
dihadapan staf khusus Presiden bidang komunikasi politik Daniel
Sparingga yang disambut tawa seisi ruangan. Daniel sendiri juga menjadi
pembicara dalam acara tersebut.


Dalam acara yang dimoderatori Sukardi Rinakit tersebut, hadir pula
Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun, dan Menteri Perdagangan RI
Muhammad Lutfi.


JK: Memerintah Indonesia Itu Hanya Butuh 500 Orang Saja | Sigmanews.co.id

0 komentar:

Posting Komentar